Sabtu, 26 November 2011

QURROTUL UYUN-->Menghadirkan SURGA Di Malam Pengantin

OLEH; MAIN VIRGIAWAN
Oleh:Main Virgiawan

Awali Dengan pemanasan. Telah disinggung di depan,
hubungan seksual tidak
dilakukan denganlangsung, tanpa pembukaan.
Seyogyanya persenggamaan dimulai dengan pemanasan,
yaitu dengan rangkulan, ciuman, serta sentuhan dan
belaian. Sabda Rasulullah SAW: “Jangan menyetubuhi istri kalian seperti hewan. Antara
kalian dengan istri-istri kalian haruslah ada utusan”. Kemudian,bertanyalah salah
seorang sahabat, “Ya
rasul, apa yang engkau
maksud dengan utusan itu? Rasul menjawab,utusan adalah ciuman dan percakapan”.
Tampaknyata bahwa Rasulullah sangat
menghargai perasaan kaum wanita. Jamak diketahui, kaum hawa memang membutuhkan sentuhan- sentuhan terlebih dahulu untuk membangkitkan gairah seksual. Dalam riwayat
lain dikatakan “Jika
seorang laki-laki
mencumburayu istrinya,
Allah SWT akan memberinya dua puluh kebaikan dan melebur dua puluh keburukan.
Jika memegang kedua
tangan istrinya, Allah
SWT menulis empat
puluh kebaikan dan menghapus empat puluh
keburukan. Jika ia
mencium istrinya Allah
SWT akan menulis enam
puluh kebaikan dan
melebur enam puluh keburukan. Dan jika ia
bersenggama dengan
istrinya, Allah SWT akan
menulis seratus dua
puluh kebaikan dan
melebur seratus dua puluh keburukan. Jika ia
mandi, Allah SWT akan
memanggil malaikat, lalu
berfirman “Lihatlah
hambaku itu, ia mandi
karena takut kepadaku. Ia begitu yakin bahwa aku ini
Tuhannya. Maka
bersaksilah kamu
sekalian, jika aku telah
memberkan pengampunan atas dosanya”. Dan pada
setiap tetes air yang
mengalir di rambut,
Allah SWT menuliskan
satu kebaikan”. Dalam riwayat yang lain lagi,
sabda Rasulullah SAW
menunjukkan keutamaan yang akan diraih oleh kedua pihak,baik suami maupun istri yang bermesraan.
“Bagi seorang istri
yang mempersiapkan
diri untuk suaminya dan
berusaha menyenangkan hati sang suami, Allah SWT
menulis atasnya sepuluh
kebaikan dan
menghapus sepuluh
kejelekan. Pada saat
sang suami mengajaknya
bersenggama dan ia
mengiyakan, dan karena hubungan tersebut ia
mengandung, baginya pahala seperti pahala
orang yang berpuasa
dan beperang di jalan
Allah (fi sabilillah). Jika ia
mengalami rasa sakit,
maka atas setiap rasa sakit yang dideritanya,
diberikan pahala
sebesar pahala orang
yang memerdekakan
budak. Ketika ia
melahirkan, baginya pahala yang tidak bisa
diketahui lagi kecuali
oleh Allah SWT”
(FKMB)

1 komentar: