Rabu, 06 Februari 2013

SANGKAKALA DAN HARI KEBANGKITAN

-Sangkakala & Hari Kebangkitan-
(Kitab : Daqoiqul Akhbar)

Perlu diketahui bahwa
yang menjaga sangkalala
adalah malaikat Israfil.
Allah menciptakan Lauh
Mahfujh dari mutiara
yang putih, yang panjangnya 7 kali lipat
jarak antara langit dan
bumi dan Allah
menggantungkannya pada
Arasy. Didalam Lauh
Mahfujh tertulis apa yang akan terjadi sampai hari
kiamat. Malaikat Israfil mempunyai
4 buah sayap, yaitu sayap
di sebelah timur, sayap
disebelah barat, sayap
yang menutupinya dan
sayap yang menutupi kepalanya. Wajah malaikat
Israfil sangat pucat
karena takut kepada Allah
yang menundukkan
kepalanya dan
memandang kearah Arasy. Salah satu tiang Arasy
berada dipundaknya dan
dia tidak kuat menyangga
Arasy kecuali dengan
kodrat Allah, maka
sesungguhnya dia itu merasa kecil (seperti
burung pipit) karena
takut kepada Allah. Jika Allah memutuskan
sesuatu pada Lauh
Mahfujh maka dibukalah
tutup dikepalanya dan
dilihatnya apa yang
diputuskan Allah baik berupa hukum maupun
perintah.
Dan tidak ada malaikat
yang tempatnya lebih
dekat dengan Arasy dari
pada malaikat Israfil as., antara dia dan Arasy ada
7 buah hijab, dari satu
hijab ke hijab yang lain
jaraknya sama dengan
berjalan selama 500
tahun. Antara malaikat Jibril dan malaikat Israfil
ada 70 hijab, sedangkan
sangkalala diatas bahu
kanannya dan ujung
sangkalala pada mulutnya,
maka dia melihat perintah Allah kapan datang waktu
meniupnya, jika telah
sampai waktunya dunia
maka sangkalala pun
mendekat pada wajah
Israfil, maka Israfil pun mengumpulkan keempat
sayapnya lalu meniup
sangkalala. Dikatakan bahwa malaikat
maut menempatkan salah
satu telapak tangannya
dibawah bumi ketujuh dan
telapak tangannya yang
lain diatas langit ketujuh, maka dengan begitu dia
dapat mengambil ruh-ruh
penghuni langit dan bumi,
dan tidak tersisa dibumi
kecuali Iblis yang di
laknati Allah, dan tidak ada yang tersisa di langit
kecuali Jibril, Mikail, Israfil
dan Ijrail. Mereka
dikecualikan oleh Allah. Diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra.: Rasulullah
Saw. bersabda:
Sesungguhnya Allah
menciptakan sangkalala
yang mempunyai empat cabang, yaitu cabang
dibarat, ditumur, dibawah
langit ketujuh bagian
bawah dan diatas langit
ketujuh bagian atas. Didalam sangkalala
terdapat pintu-pintu
sebanyak bilangan ruh,
dan didalamnya ada 70
rumah, yaitu satu
antaranya untuk ruh para Nabi, satu rumah untuk
ruh para malaikat, satu
rumah untuk ruh para jin,
satu rumah untuk ruh
para manusia, satu rumah
untuk ruh para setan, satu rumah untuk ruh
para binatang hina dan
binatang melata seperti
semut dan lain-lain, dan
hingga genap 70 macam
rumah dengan 70 jenis mahluk. Allah memberikan
sangkalala pada Israfil
dan dia meletakkan pada
mulutnya sampai waktu
datangnya perintah
meniupnya, maka ditiupnya tiga kali yaitu, tiupan
yang menggetarkan
(menggoncangkan), tiupan
yang mematikan dan
tiupan yang
membangkitkan. Hudzaifah bertanya kepada
Rasulullah, bagaimakah
keadaan semua mahluk
saat sangkalala ditiup?
Rasulullah menjawab: Hai
Hudzaifah, demi Dzat yang jiwaku berada
ditanganNya, ketika
sangkalala ditiup maka
tibalah hari kiamat,
seorang pemuda yang
telah mengangkat sesuap makanan pada mulutnya
tidak bisa memakannya,
pakaian didepannya yang
akan dipakai tidak dapat
dipakainya, dan kendi
yang berada dimulutnya tidak bisa dia untuk
meminumnya, karena telah
tiba hari kiamat.

*Terjemah Daqoiqul Akhbar
Fii Dzikril Jannati Wan Nar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar